Bubur Bayi Usia 6 Bulan dan Manfaatnya Selama Ramadan

bubur bayi 6 bulan
Sumber: Yummy Tummy

Ibu-Indonesia.com –┬áBunda terbiasa menyiapkan bubur bayi 6 bulan? Merasa bosan dengan hal yang itu-itu saja? Kenapa harus bubur bayi 6 bulan? Bubur bayi pertama kali diberikan pada usia 6 bulan karena pada usia ini bayi sudah dianggap memiliki sistem pencernaan yang cukup. Setelah sebelumnya menerima ASI eksklusif dari Bunda selama 6 bulan berturut-turut, sumber gizi lain perlu mulai berkenalan dengan sistem pencernaan si kecil. Tetapi, pernahkah Bunda berpikir kalau menu tersebut sebenarnya mendatangkan berbagai manfaat terlebih selama bulan ramadan? Yuk, simak berbagai manfaat bubur bayi 6 bulan selama bulan ramadan. Siapa tahu salah satu di antaranya dapat menjadi solusi buat masalah yang Bunda hadapi sekarang.

Seringkali selama bulan Ramadan Bunda dipusingkan dengan perihal menyusui si kecil atau tidak. Tentunya produksi ASI akan sedikit menurun karena jumlah asupan yang mask ke tubuh Bunda akan lebih sedikit. Tapi, Bunda sebaiknya tidak perlu risau dalam memikirkan hal ini. Bubur bayi 6 bulan adalah salah satu makanan pendamping ASI terbaik yang dapat menjadi solusi buat Bunda. Bunda tidak perlu repot-repot 5L alias lemah, letih, lesu, lunglai dan lelah ketika harus menyusui si kecil selama puasa. Cukup siapkan bubur instan atau buatkan bubur puree untuk si kecil, maka Bunda akan tetap lancar berpuasa. Tidak hanya itu, kalau Bunda merasa tidak ingin repot, Bunda dapat menyiapkan bubur bayi 6 bulan tersebut dalam porsi yang agak banyak, misalnya dalam satu kotak bekal penuh, dan menyimpannya di dalam kulkas. Sehingga nanti, ketika akan menyuapi si kecil, Bunda cukup mengeluarkannya saja.

Selain menjadi asupan tambahan buat si kecil, pernahkah Bunda berpikir untuk menjadikan bubur bayi 6 bulan sebagai bisnis di pasar takjil? Berbagai hidangan yang selama ini dijual di pasar takjil biasanya hanya hidangan-hidangan yang khusus untuk orang dewasa. Mulai dari sate, nasi bakar, es buah, es campur, dan lain sebagainya. Tetapi sedikit sekali yang kita dapati menjual bubur bayi. Padahal menjelang berbuka, si Bunda tentunya tidak hanya kepikiran anggota keluarga dewasa, kan? Menjadikan bubur bayi sebagai sebuah bisnis, nampaknya cukup menjanjikan. Bunda dapat mengombinasikan kebiasaan sehari-hari dalam memasak bubur bayi dan naluri Bunda untuk berbisnis dan menambah uang belanja. Selama pasar takjil, Bunda juga dapat menambah varian-varian menu lain selain bubur bayi 6 bulan. Misalnya, bunda dapat menjual pudding sehat untuk bayi, susu tambahan buat bayi, maupun makanan ringan lainnya. Sehingga pada titik ini, kebiasaan Bunda tidak hanya akan bermanfaat buat si kecil, namun juga dapat bermanfaat buat orang banyak.

Nah, poin terakhir ini berhubungan dengan kebutuhan Bunda sendiri dalam menyalurkan kreativitas. Buat para Bunda yang hobi masak banyak dan menyiapkan berbagai menu selama bulan ramadan untuk hidangan berbuka, tidak ada salahnya menjadikan bubur bayi sebagai salah satu sarana menyalurkan kreativitas Bunda. Dalam proses pembuatannya sendiri, Bunda dapat mengombinasikan beberapa jenis buah, sayuran, dan daging supaya nilai gizi bubur bertambah. Coba cari satu buah yang identik dimakan saat bulan puasa, misalnya Kurma. Bunda dapat membuat bubur bayi dari buah kurma, dan mencampurkannya dengan berbagai makanan lain. Di sini, bunda dapat pula berkreasi dalam hal menghidangkannya di piring.

Beberapa contoh di atas merupakan manfaat sederhana yang dapat kita ambil dari bubur bayi 6 bulan selama bulan ramadan. Bagaimana, Bun? Ternyata lebih ekstra, ya? Bahkan setelah bulan Ramadan berakhirpun, manfaatnya masih dapat kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*