Makanan Pendamping ASI: Solusi Bunda Menyusui Cerdas Berpuasa

makanan pendamping ASI
Sumber: Shutterstock

Ibu-Indonesia.com – Selama bulan puasa, berbagai tantangan bagi ibu muda kerap menghampiri. Misalnya, tantangan untuk tetap menyusui dan berpuasa. Seringkali para ibu muda ini khawatir karena takut kehilangan banyak tenaga maupun cadangan makanan dengan menyusui si kecil. Ada juga yang tetap berpuasa selama seharian penuh meskipun harus menyusui. Pertanyaan yang muncul biasanya, yaitu “Gimana sih cara mengatasai urusan menyusui dan berpuasa? Kalau Bundanya tidak kuat gimana? Apa sebaiknya tidak puasa saja ya?”

Sebagai sebuah rangkaian ibadah, tentunya puasa merupakan hal yang wajib dilakukan bagi Bunda-bunda muslimah. Namun, dalam kasus menyusui apakah boleh ditinggalkan? Nah, nah, nah… Hal-hal seperti itu perlu Bunda pikirkan dua kali. Apakah benar sudah tidak ada solusinya? Apakah Bunda sudah mencoba untuk memberikan makanan pendamping ASI pada si kecil selama bulan puasa secara intensif?

Tentunya solusi cerdas untuk tidak meninggalkan ibadah dan tetap melaksanakan kewajiban menyusui adalah dengan menyiapkan makanan pendamping ASI. Jika Bunda sudah terbiasa untuk menyiapkan makanan pendamping ASI di luar bulan puasa, tentunya hal itu akan sangat membantu. Pasalnya, selama bulan puasa, asupan makanan Bunda seringkali berkurang karena makan dua kali sehari dan dalam porsi yang lebih sedikit karena Bunda merasa cepat kenyang. Hal ini tetunya dapat mempengaruhi produksi ASI yang nantinya akan dikonsumsi oleh si kecil. Kalaupun Bunda sudah menyiapkan makanan ekstra untuk meningkatkan produksi ASI, dalam beberapa kasus makanan tersebut kurang efektif bagi tubuh Bunda. Pada saat inilah, makanan pendamping ASI harus mulai dirancang dan disiapkan buat si kecil.

Bunda tidak perlu pusing-pusing memikirkan solusi terbaik untuk menyusui selama berpuasa karena makanan pendamping ASI akan menjadi asupan tambahan buat si kecil. Berbagai resep makanan pendamping ASI mudah Bunda dapati saat ini. Tidak hanya itu, bubur-bubur instan juga banyak dijual di toko-toko saat ini. Jadi, tinggal pilihan Bunda saja, ya. Jenis makanan pendamping ASI apa yang ingin Bunda berikan pada si kecil. Selain jenis-jenisnya yang mudah didapat, Bunda juga dapat memberikan makanan pendamping ASI sewaktu-waktu. Tidak perlu menunggu energi Bunda terkumpul, maupun ASI bunda lancar. Misalnya, Bunda dapat memberikan bubur instan buat si kecil dua kali, di saat sebelum makan siang dan di saat sore sebelum berbuka puasa. Selebihnya, ketika Bunda sudah berbuka, ASI akan kembali diproduksi dalam jumlah normal dan Bunda dapat menyusui seperti biasanya.

Beberapa isu yang menyebar di kalangan orang awam adalah menyiapkan stok ASI cadangan di dalam kulkas. Hal ini merupakan langkah wajar yang biasanya dilakukan oleh Ibu-ibu karir yang harus meninggalkan anaknya di rumah. Tapi, kalau Bunda tidak meninggalkan si kecil di rumah, apakah langkah ini tetap perlu dilakukan? Nah, kalau Bunda adalah Ibu Rumah Tangga yang tinggal di rumah selama bulan puasa, sebaiknya Bunda tidak perlu menyimpan stok ASI di dalam kulkas untuk menyusui si kecil. Kenapa? Salah satu alasannya adalah Bunda hanya berpuasa. Bunda tidak meninggalkan si kecil di rumah dalam kurun waktu yang lama. Selagi masih berkesempatan buat menyuapi si kecil dengan makanan pendamping ASI, untuk apa menyediakan stok ASI di kulkas?

Hal terpenting yang harus Bunda perhatikan dalam memberikan makanan pendamping ASI selama berpuasa adalah usia si kecil. Apakah si kecil sudah cukup umur untuk diberikan makanan pendamping ASI atau belum. Kalau memang si kecil sudah waktunya, solusi memberikan makanan pendamping ASI selama bulan puasa adalah solusi yang tepat bagi Bunda yang menyusui.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*