Sistitis, Penyakit Hamil Yang Perlu Segera Ditangani Oleh Ibu!

Penyebab Keputihan Saat Hamil
Sumber: parents.com

Penyakit hamil seringkali muncul. Penyebabnya adalah kondisi tubuh ibu yang kian menurun, sampai munculnya bakteri pada area kewanitaan. Salah satunya adalah sistitis ini. Sistitis sejatinya adalah kondisi medis dimana ibu mengalami masalah pada area kewanitaan. Tepatnya merupakan permasalahan pada kandung kemih. Dengan kata lain, ada masalah serius yang berhubungan dengan buang air kecil.

Sensasinya serasa terbakar ketika buang air kecil. Pada kasus lainnya, urine bisa bercampur dengan darah. Hal ini terjadi akibat inflamasi di dalamnya sudah semakin parah.

Apakah Berbahaya Sistitis Pada Ibu Hamil?

Sistitis pada ibu hamil nampaknya paling sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang menetap dan berkembang biak di area kewanitaan. Bakteri ini kemudian menimbulkan peradangan. Akibatnya, ibu akan merasakan sakit ketika buang air kecil.

Sejatinya, kondisi seperti ini sangat normal terjadi. Hal ini mengingat adanya peningkatan hormon progesterone. Peningkatan hormon tersebut memungkinkan otot ureter melemah. Melemahnya otot tersebut membuat ibu sulit mengosongkan kandung kemih dari urin. Urin yang tertahan membuat bakteri memiliki kesempatan besar untuk berkembang biak. Tetapi, permasalahan tersebut bisa berlangsung pendek. Artinya, ibu bisa segera sembuh.

Di lain sisi, ada juga masalah sistitis ini yang memerlukan penanganan khusus. Terutama jika bakteri sudah mulai masuk lebih dalam. Ini menyebabkan tubuh teracuni, akhirnya membuat masalah pada janin.

Dilihat dari tingkat keparahan, tentu ada yang berbahaya dan tidak. Jika ibu merasakan gejala tidak biasa seperti nyeri berlebihan disertai darah saat kencing, bisa dikatakan ibu hamil mengalami sistitis berbahaya. Oleh karenanya, ibu memerlukan penanganan yang lebih.

Bagaimana Cara Mengetahui Kalau Ibu Mengalami Sistitis?

Penyakit kehamilan ini terjadi dari waktu ke waktu. Pertama dimulai dari munculnya bakteri di dalamnya. Bakteri semakin banyak, baru membuat sejumlah permasalahan. Bakteri hadir dari dalam urin sendiri. Ada juga yang berasal dari luar. Contohnya adalah berasal dari bakteri di sekitar anus. Bakteri ikut terbawa masuk ke area kewanitaan setelah membasuh dari bagian belakang kedepan saat bebersih buang air besar.

Bakteri menempel, masuk dan menimbulkan masalah. Masalahnya semakin besar jika tidak segera ditangani. Selain keputihan, sistitis yang parah bisa saja muncul. Pertanyannya sekarang adalah bagaimana cara mendiagnosis terjadinya penyakit tersebut?

Cara mengetahuinya adalah dengan melihat gejalanya. Salah satunya adalah selalu ingin buang air kecil. Tetapi, kandungan kemih terasa masih ada. Kemudian diikuti dengan sensasi terbakar saat kencing.

Untuk memastikannya, ibu perlu melakukan pemeriksaan urin. Misalnya dengan memanfaatkan dipstick atau uji strip kimia. Di sini, hasil urin akan diuji laboratorium oleh dokter untuk memastikan adanya bakteri penyebab penyakit tersebut atau tidak.

Akibat Dari Sistitis Selama Mengandung

Bagi ibu yang menderita sistitis, ibu perlu waspada. Meskipun kenyataannya tidak meluas dengan terserangnya ginjal, tetapi penyakit pada ibu hamil ini cukup bersiko. Resikonya ada pada si kecil. Janin tumbuh tidak normal. Resiko ini tentu sangat tidak diinginkan oleh ibu hamil. Ini dicontohkan dengan lahirnya anak dengan berat badan rendah.

Tidak hanya itu saja, masalah paling umum bila masalah saluran kemih ini tidak diatasi adalah lahirnya bayi secara premature. Lahirnya bayi lebih awal menandai kurang sehatnya janin. Jadi, amat disayangkan ketika ibu tidak segera melakukan penanganan.

Mengenai penanganannya, ibu bisa datang ke dokter. Mintalah jenis pengobatan sesuai tingkat keparahan penyakit tersebut. Yang terpenting, janin tetap aman meskipun melakukan pengobatan.

Kesimpulannya, kenali jenis penyakitnya dan lakukan penanganan dengan segera. Tujuannya adalah penyakit hamil tersebut tidak membuat janin terganggu pertumbuhannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*