Prosedur Ini Yang Perlu Bunda Lakukan Setelah Mengalami Keguguran Pada Ibu Hamil

keguguran pada ibu hamil.
Sumber: The Sun

Bunda sedang hamil? Dan mengalami pendarahan? Jangan panik bunda! Tidak semua pendarahan diawal kehamilan itu merupakan gejala keguguran pada ibu hamil.

Hanya saja untuk amannya bunda bisa meminta pasangan atau kerabat untuk mengantar ke dokter dan memeriksakan diri. Hal ini juga untuk meminimalisir risiko jika memang bunda mengalami keguguran.

Dokter nantinya akan memeriksa apakah pendarahan yang bunda alami itu berasal dari serviks aau rahim. Tes darah juga harus dilakukan untuk mengetahui kadar hormon hCG. Dokter mungkin akan menyarankan bunda untuk melakukan istirahat total, tetapi tidak ada bukti bahwa istirahat total dapat mengurangi risiko keguguran. Dokter juga akan menyarankan bunda untuk tidak melakukan hubungan seksual, seks memang tidak menyebabkan keguguran, tetapi sebaiknya bunda menghindari jika menunjukkan gejala keguguran.

Jika bunda positif mengalami keguguran maka perdarahan ringan yang bunda alami akan semakin parah sampai jaringan embrio keluar dalam bentuk bekuan darah. Bunda bisa menyimpan jaringan yang keluar itu pada wadah bersih. Dokter bunda mungkin akan mengirimkannya ke laboratorium untuk mengetahui mengapa bunda mengalami keguguran.

Apa yang harus bunda lakukan jika jaringan embrio tidak keluar?

Jika jaringan embrio tidak keluar dan hal itu tidak mengancam kesehatan. Bunda bisa menunggu dan membiarkan jaringannya keluar secara spontan. Bunda yang ingin mempercepat keluarnya jaringan, bisa dengan mengkonsumsi obat. Walaupun terdapat efek samping jika bunda melakukannya seperti mual, muntah, dan diare.

Jika bunda merasa harus secepatnya mengeluarkan jaringan itu karena rasa sakit fisik dan emosional, bunda bisa meminta rekomendasi dokter untuk melakukan operasi dilation and curettage (D&C).

Seperti apakah prosedur operasi dilation and curettage (D&C)?

Sebagian besar dokter kandungan lebih menyukai menggunakan prosedur suction curettage karena lebih cepat daripada D&C. Tetapi, ada juga yang menggunakan kombinasi keduanya. Dokter nantinya akan memasukkan spekulum ke dalam vagina, membersihkan servik dan vagina dengan antiseptik, dan melebarkannya menggunakan batang logam steril. Saat prosedur itu berlangsung bunda akan mendapatkan bius lokal. Jika dokter menggunakan suction curettage, dokter akan memasukkan tabung plastic berongga melalui servik dan menyedot jaringan embrio yang masih tersisa. Sedangkan jika menggunakan D&C, dia akan menggunakan alat berbentuk sendok yang disebut kuret untuk mengikis atau membersihkan jaringan dari dinding rahim. Semua prosedur itu memerlukan waktu sekitar 10-15 menit.

Apakah bunda akan mengalami keguguran lagi jika mencoba untuk hamil lagi?

Bunda yang pernah mengalami keguguran wajar saja jika mengalami kekhawatiran akan mengalaminya kembali saat hamil lagi. Namun, para ahli berpendapat bunda bisa khawatir jika sudah mengalami keguguran dua sampai tiga kali. Jika baru satu kali, bunda bisa meminta rekomendasi dokter untuk mempertahankan kehamilan jika hamil kembali.

Kapankah bunda bisa menjalani program kehamilan lagi jika pernah mengalami keguguran?

Jika bunda mengalami keguguran baik itu penggeluaran jaringan embrio secara spontan, bantuan obat, atau melalui operasi pengangkatan jaringan bunda bisa mendapatkan menstruasi dalam empat sampai enam minggu.

Beberapa ahli mengatakan bunda bisa mencoba untuk hamil lagi setelah periode itu. Namun, ada juga yang merekomendasikan untuk menunggu hingga melewati siklus menstruasi berikutnya, sehingga bunda memiliki waktu untuk pemulihan fisik dan emosional.

Bagaimana bunda harus menanggani masalah emosional setelah keguguran?

Bunda mungkin secara fisik sudah siap untuk hamil lagi, tetapi secara emosional mungkin saja bunda belum siap. Beberapa dari bunda mungkin bisa mengatasinya dengan mengalihkan perhatian dan mencoba untuk hamil sesegera mungkin. Ada juga yang harus melewati masa berkabung sampai berbulan-bulan hingga siap untuk hamil kembali. Komunikasi dengan pasangan yang intens bisa menjadi salah satu jembatan untuk mengatasi masalah emosional setelah keguguran pada ibu hamil.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*