Perbedaan Laktosa Intoleran dengan Alergi Susu

alergi susu sapi
Source: Pixabay.com

Laktosa intoleran atau intoleransi laktosa seringkali disamakan dengan alergi susu. Hal ini dikarenakan selain berkaitan dengan susu, keduanya memiliki gejala yang hampir sama. Faktanya, laktosa intoleran dan alergi susu tidaklah sama. Lalu apa sajakah perbedaan antara laktosa intoleran dengan alergi susu?

Alergi susu merupakan respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan produk olahannya. Alergi susu terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah menginterpretasikan kandungan protein di dalam susu sebagai substansi yang berbahaya bagi tubuh, sehingga memicu reaksi alergi dan mempengaruhi banyak organ di dalam tubuh. Susu sapi merupakan penyebab utama dari alergi susu. Walaupun begitu susu dari hewan mamalia lainnya pun juga bisa menyebabkan reaksi alergi.

Bahkan konsumsi susu dalam jumlah sedikit saja bisa menyebabkan reaksi alergi yang cepat dan parah. Reaksi bisa terjadi sangat cepat, yaitu dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah konsumsi produk susu.

Untuk memastikan seseorang mengalami alergi susu, biasanya dilakukan uji alergi oleh dokter atau ahli alergi.Gejala alergi susu yang biasa muncul secara langsung contohnya adalah mual, sesak nafas, dan muntah. Setelah beberapa menit, gejala alergi ini bisa berkembang menjadi diare, keram perut, gatal pada kulit, dan bengkak pada bibir. Pada kasus tertentu, gejala alergi bisa menyebabkan anaphylaxis, yaitu reaksi alergi parah yang berpotensi mengancam jiwa.

Lalu apakah itu laktosa intoleran?

Laktosa intoleran merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang untuk mencerna laktosa karena tubuh tidak menghasilkan enzim laktase dengan cukup. Laktosa adalah gula yang terdapat pada susu dan produk olahannya. Tanpa enzim laktase, maka laktosa tidak akan dapat dicerna dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Laktosa intoleran bukanlah alergi. Meskipun gejala dari laktosa intoleran menyerupai gejala alergi susu, keduanya memiliki mekanisme yang berbeda. Reaksi alergi susu melibatkan reaksi kekebalan tubuh akibat protein susu, sedangkan laktosa intoleran tidak melibatkan reaksi kekebalan tubuh, melainan karena kurangnya produksi enzim untuk mencerna laktosa pada susu.

Tingkat laktosa intoleran masing-masing orang berbeda tergantung banyaknya jumlah enzim laktase yang dapat diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, ada beberapa orang yang masih bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan sedikit laktosa, tetapi juga ada beberapa orang yang harus menghindarinya sama sekali.

Gejala dari intoleransi yang paling utama adalah melibatkan saluran pencernaan, seperti sakit perut, kembung, mulas, muntah, dan diare. Untuk memastikan Anda laktosa intoleran, Anda bisa mengonsultasikannya dengan dokter.

Selain itu, perbedaan lain antara alergi susu dengan laktosa intoleran adalah bahwa penderita alergi susu harus menghindari semua makanan yang mengandung susu karena konsumsi protein susu sedikit saja dapat memicu reaksi kekebalan tubuh yang berbahaya. Hal ini tentunya berbeda dengan penderita laktosa intoleran yang masih dapat mengonsumsi susu dan produk olahannya dengan kandungan laktosa yang lebih sedikit.

Penderita alergi protein susu umumnya terjadi pada bayi dan anak-anak, sedangkan intoleransi laktosa lebih umum terjadi pada orang dewasa.

Lalu bagaimana jika anak alergi terhadap susu sapi hingga nutrisi anak tidak terpenuhi?

Tenang saja kini ada Nutrilon Royal Soya 3. Dilengkapi dengan isolat protein kedelai dan formulasi tekini Pronutra +. Nutrilon Royal Soya membantu tumbuh kembang buah hati Anda yang alergi protein susu sapi menjadi lebih optimal, menjadikan ia selangkah lebih maju. Jadi Ibu tidak perlu khawatir buah hati Anda tidak terpenuhi nutrisinya.

1 Trackback / Pingback

  1. Tips Menghadapi Alergi pada Anak, Tak Perlu Stres!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*