Pencegahan batuk pilek pada bayi

Batuk pilek pada bayi
Source: bewell.com

Ibu-Indonesia.com – Penyakit batuk pilek memang bisa terjadi pada siapapun, termasuk orang dewasa atau anak-anak. Bahkan batuk pilek juga bisa terjadi pada bayi yang baru dilahirkan atau bayi yang sudah berumur beberapa bulan. Anak-anak lebih rentan dan lebih sering terkena batuk pilek dibandingkan orang dewasa. Diperkirakan anak-anak bisa mengalami sebanyak 8-12 kali dalam setahun, sedangkan orang dewasa hanya 2-4 kali. Merawat batuk pilek pada bayi tentu akan membuat orang tua merasa sedih. Biasanya bayi yang batuk pilek akan menangis terus menerus karena tidak nyaman, demam, batuk, tidak nafsu minum, dan tubuh bayi terlihat sangat lemah. Jika tidak segera diatasi, maka batuk pilek pada bayi bisa menyebabkan komplikasi kesehatan lain seperti penyebab berat badan bayi tidak naik.

Masa inkubasi virus penyebab pilek biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh virus untuk menimbulkan gejala setelah menginfeksi tubuh. Kebanyakan penderita akan merasakan gejala-gejala pilek yang parah dan sangat mengganggu setelah 2-3 hari kemunculannya (selepas masa inkubasi).

Balita cenderung mengalami gejala pilek lebih lama dibandingkan anak-anak yang berusia di atasnya atau orang dewasa. Pilek pada balita bisa berlangsung sepuluh hari hingga dua minggu, sedangkan pada anak-anak usia di atas lima tahun atau orang dewasa biasanya berlangsung seminggu sampai sepuluh hari (terkecuali untuk gejala batuk yang bisa berlangsung 2-3 minggu).

Batuk pilek ringan akibat infeksi virus lumrah terjadi pada bayi diatas 6 bulan, hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh si kecil belum bekerja optimal. Disamping itu, asupan ASI bayi diatas 6 bulan sudah mulai berkurang sejak mereka mengkonsumsi makanan tambahan, padahal ASI adalah salah satu faktor pemberi kekebalan tubuh pada bayi.

Jika si Kecil mengalami batuk pilek, Anda harus waspada tapi tidak perlu panik. Para ahli kesehatan anak menjelaskan batuk pilek ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa harus memberikan obat kimia. Dokter-dokter di Amerika bahkan tidak merekomendasikan para orang tua untuk memberikan obat batuk pilek pada balita dibawah 4 tahun.

Sering muncul anggapan bahwa kalau si Kecil sakit, harus selalu diberi obat. Hal ini harus difahami dengan baik karena sebenarnya obat batuk pilek yang banyak beredar dipasaran tidak menghilangkan sumber penyakit. Obat-obat tersebut hanya meredakan tanda-tanda (simptom) dari penyakit bukan menghapus si virus penyebab penyakit.

Cara terbaik untuk mencegah bayi terjangkit pilek adalah dengan menjaga kebersihan tubuh seluruh anggota keluarga. Penyakit batuk pilek umumnya menyebar melalui kontak tangan ke tangan. Misalnya saja, ketika seseorang anggota keluarga yang terkena pilek membersihkan atau menyentuh hidungnya dengan tangannya, kemudian bersentuhan dengan si Kecil, dan akhirnya bayi turut terjangkit batuk pilek.

Selain dari kontak langsung, virus batuk pilek juga dapat menyebar melalui objek-objek umum, seperti gagang pintu, pegangan tangga, buku, pulpen, remote tv, gamepad, mouse komputer, dan lain sebagainya. Virus-virus batuk pilek tersebut dapat bertahan hidup pada sebuah objek selama beberapa jam, waktu yang sangat memungkinkan bagi virus tersentuh dan berpindah ke bayi Anda dan orang lain.

Oleh karena itu, selalu anggota kelurga baik yang sedang terkena batuk pilek maupun yang tidak untuk mencuci tangan secara rutin dan benar, khususnya setelah keluar dari kamar mandi, setelah makan, sepulang sekolang, dan setelah bermain.

Selain itu, tetap berikan ASI. ASI akan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Jemur juga si Kecil di pagi hari. Sinar matahari pagi sangat baik karena dapat membantu membasmi bakteri, virus, dan jamur sehingga batuk pilek pada bayi dapat dicegah.

Semoga membantu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*