Menyusun Menu Seimbang Balita Agar Tumbuh Cerdas dan Aktif

Ibu-Indonesia.com –┬áTahukah Ibu, bahwa kemampuan gerak motorik yang besar pada anak, sebagai akibat pada seringnya dia bergerak dan berolah raga? Kemampuan ini ternyata membawa pengaruh dan berimbas pada sirkulasi darah, fungsi pernafasan, dan pembentukan postur tubuhnya. Jadi jangan ragu untuk mendukung balita ketika dia sedang bergerak aktif. Ibu hanya perlu menjaganya supaya, balita tidak terluka atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan asupan gizi penting pada menu makanan yang seimbang.

Bagaimana sih, menu seimbang balita itu? Pola makan dengan takaran menu seimbang pada balita berarti memenuhi angka kecukupan gizi. Gizi atau nutrisi sangat diperlukan bagi tumbuh kembang anak, terutama pada usia balita. Usia saat anak sedang dalam tahap aktif aspek motoriknya. Angka kecukupan gizi bukan hanya berkaitan dengan kandungan nutrisi harian seperti karbohidrat, protein, mineral dan vitamin saja, namun juga cara pengolahan makanan, jumlah porsi, dan kadar gula garam pada makanan tersebut.

Menu seimbang balita merupakan langkah pertama agar anak dapat tumbuh optimal, cerdas, sehat dan aktif, yang bahkan sudah dapat Ibu persiapkan sejak awal kehamilan. Balita yang kekurangan nutrisi akan mudah merasa lelah. Hal ini bisa disebabkan karena ketidakseimbangan antara asupan makanan yang dia konsumsi dengan tenaga yang dia keluarkan. Walaupun demikian, faktor genetik dan kondisi lingkungan juga ikut mempengaruhi kekuatan fisik dan kestabilan emosi psikologis anak.

Selain memperhatikan jumlah dan takaran menu yang akan dikonsumsi balita. Ibu juga perlu memperhatikan penampilan dari makanan tersebut. Bila gizi yang baik sudah didapat dari aneka bahan yang segar dan bergizi, maka giliran Ibu mengkreasikan menu makanan untuk balita. Banyak bahan makanan yang dapat Ibu gunakan seperti aneka sayuran, daging, kacang-kacangan, dan juga buah-buahan. Tidak harus yang mahal, asal Ibu pandai memilih dan memilahnya.

Karbohidrat pada menu seimbang balita tidak harus selalu dari nasi ataupun gandum. Hilangkan stigma tersebut ya, Bu. Kentang juga memiliki kandungan karbohidrat yang baik bagi kebutuhan tumbuh kembang balita. Protein pun tidak harus dari protein hewani, protein nabati juga bisa Ibu gunakan. Tahu, tempe, bahan makanan yang sederhana dan tidak mahal tapi memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Sumber mineral banyak jumlah dan jenisnya, dibutuhkan kreativitas Ibu saat mengolahnya. Hendaknya tidak memilih menu yang hanya disukai oleh balita. Jika balita tidak suka sayur, Ibu dapat menyembunyikan sayur tersebut dalam berbagai kreasi menu makanan yang menarik. Perkenalkan balita dengan berbagai jenis makanan agar ia terbiasa dan tidak menjadi picky eater.

Apakah Ibu pernah memberikan makanan olahan laut? Ikan, kerang, udang mengandung kalsium tinggi, protein dan sejumlah mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Sesekali, cobalah resep olahan masakan laut, seperti pasta kerang saus labu. Karbohidrat yang terkandung dalam pasta dan labu serta protein yang terkandung di dalam kerang, di dalam resep ini selain memberikan rasa lezat juga akan memberikan sumber energi yang yang dibutuhkan balita Ibu. Dalam satu porsi menu ini tercatat memiliki kandungan energi 107 Kkal, protein 4 gram, lemak 5 gram, serta karbohidrat 11 gram.

Akan tetapi dalam mencoba resep olahan masakan laut, sebaiknya Ibu juga perlu memperhatikan reaksi alergi yang mungkin timbul pada balita. Karena sensitifitas terhadap makanan pada setiap anak berbeda, jangan sampai kreasi menu seimbang balita menimbulkan gangguan kesehatan lainnya. Jadi sebaiknya lakukan pengnenalan makanan baru secara bertahap, ya. Selamat mencoba!

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*