Mengamati Perkembangan Sosial Bayi 0-12 Bulan

Source:www.pinterest.com/pin/

Ibu-Indonesia.com –┬áPada kalender perkembangan bayi, usia 0-12 bulan merupakan waktu perkembangan bayi yang cukup pesat. Penting bagi Ibu untuk memperhatikan perkembangan bayi di tahun pertama kehidupannya. Semakin baik perkembangan bayi di usia 0-12 bulan maka akan semakin baik pertumbuhan di tahun selanjutnya, baik secara motorik, bahasa, sosial, dan emosionalnya. Secara motorik bayi di rentang usia 0-12 bulan akan mulai tengkurap, merangkak, duduk, berdiri bahkan berjalan. Bayi pun akan mulai mengucapkan beberapa kosakata. Secara sosial emosional, bayi mulai mengembangkan hubungan dengan orang-orang terdekat di sekitar mereka.

Jika melihat kalender perkembangan bayi, mulai usia 6 bulan bayi diperkenalkan dengan makanan. Ibu harus membuat jadwal pemberian MPASI yang baik agar kebutuhan nutrisi pada bayi terpenuhi. Nutrisi yang cukup dan seimbang akan mendukung perkembangan secara fisik maupun psikologisnya. Bayi yang sehat dan kebutuhan nutrisi terpenuhi akan menunjukkan perkembangan yang optimal di segala bidang.

Pada kalender perkembangan bayi usia 0-12 bulan juga terlihat kemampuan bayi untuk bersosialisasi, dasar-dasar perilaku sosial mulai muncul dan dibentuk. Kemampuan sosial diperoleh dengan cara mencontoh perilaku orang-orang di sekitar. Misalnya bayi meniru gaya dan tingkah laku dari kakak atau orang tua bahkan pengasuhnya. Apa yang mereka lihat dari orang-orang terdekat akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosialnya di kemudian hari. Melalui perhatian dan perilaku orangtua pada bayi dalam berinteraksi akan membentuk karakter anak di masa depan. Berikut adalah pencapaian perkembangan sosial bayi usia 0-12 bulan, yaitu :

  1. Bayi usia 0-3 bulan
  • Merespon positif ketika disentuh seperti menatap langsung dan tersenyum
  • Bayi yang menangis akan terdiam ketika diangkat karena merasa aman
  • Mulai memperhatikan sekita ketika mendengar suara-suara
  • Menunjukkan perhatian ketika diajak ngobrol
  • Bayi merasa tenang jika diayun oleh orang dewasa
  1. Bayi usia 3-6 bulan
  • Merespon ketika namanya disebut dengan menoleh
  • Bayi mulai mampu tersenyum dan tertawa dengan keras
  • Bayi mulai menunjukkan emosi dengan menangis saat marah
  • Bayi menunjukkan rasa senang saat melihat dan berada di dekat orang-orang yang familiar
  • Bayi sudah mampu memperhatikan perbedaan antara dua orang berdasarkan penampilan dan suara
  • Tersenyum pada dirinya sendiri saat melihat bayangannya di cermin
  • Senang melihat dan berinteraksi dengan bayi-bayi lainnya
  1. Bayi usia 6-9 bulan
  • Bayi mulai mampu membedakan orang yang dikenal dan orang asing. Mereka akan merasa nyaman dengan orang yang dikenal dan merasa cemas dan menangis jika di sekitar orang asing.
  • Bayi mulai memahami perbedaan emosi yang ditampilkan orang lain
  • Memperlihatkan rasa frustasi ketika mainan atau barang kesukaannya diambil
  • Bayi menyamankan diri dengan mengisap jempol
  • Menunjukkan rasa marah ketika dipisahkan atau berpisah dari orang-orang yang familiar dengan mereka seperti orangtua dan saudara
  1. Bayi usia 9-12 bulan
  • Bayi menunjukkan rasa bahagia ketika melihat wajah orangtua, mainan, atau cermin
  • Mulai memberikan perhatian untuk perintah sederhana
  • Mulai memahami kata tidak namun belum tentu mematuhinya
  • Menoleh ketika dipanggil namanya
  • Meniru perilaku orang-orang terdekat, misalnya melambaikan tangan ketika pergi, pura-pura menelpon saat memegang mainan seperti gawai
  • Mencoba untuk meniru suara
  • Mengoceh dan mengucapkan suku kata pengulangan seperti mama dan dada
  • Bayi akan berteriak untuk mendapatkan perhatian
  • Mampu mengeskspresikan emosi dengan baik

Demikian perkembangan sosial bayi di usia 0-12 bulan. Untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi usia 0-12 bulan, Ibu dapat memberikan berbagai stimulasi yang tepat agar perkembangan bayi akan semakin meningkat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*