Kenali Penyebab Nyeri Perut Selama Masa Kehamilan

Perkembangan janin usia 15 minggu

Ibu-Indonesia.com – Setiap Ibu hamil, pasti akan merasakan perasaan nyeri ketika hamil. Ibu harus benar-benar menjaga diri dan merawat sangat hati-hati bayi dalam kandungan Ibu. Bahkan tanpa kehati-hatianpun, tetap saja ada yang dapat mempengaruhi kondisi Ibu dan janin.

Nyeri perut pada ibu hamil merupakan hal yang biasa, namun bukan berarti  tersebut dapat diabaikan begitu saja. Nyeri perut bisa serius bahkan ada yang membutuhkan penanganan secepatnya dari dokter. Penyebab biasa dari nyeri ini umumnya berasal dari asam lambung yang tinggi dan juga kembung. Namun ada juga nyeri yang mengakibatkan kandungan Ibu bisa dalam bahaya

Nyeri perut bisa terjadi di tiga tahap trisemester kehamilan, Ibu wajib mengenali tiap rasa nyeri hamil yang terjadi. Tentu saja ini akan sangat membantu Ibu untuk tahu seberapa biasa atau parahkah nyeri yang sedang terjadi di perut Ibu.

Trisemester Pertama

Pada dasarnya, rasa nyeri perut di trisemester pertama ini tidaklah membahayakan. Ini karena bisa diakibatkan dari meningkatnya hormon progesteron dan relaksin. Peningkatan hormon ini bisa mengakibatkan sambungan-sambungan di sekeliling rahim bisa merenggang.

Selain itu juga, pada tahap kehamilan ini, nyeri bisa berasal dari gas yang berada di perut  sehingga mengakibatkan kembung. Serta tidak jarang Ibu akan menderita sembelit, susah buang air besar atau biasa disebut konstipasi.

Ibu harus mulai hidul sehat untuk mengatasi masalah nyeri yang diakibatkan dari beberapa masalah tersebut. Seleksilah makanan yang disesuaikan dengan gizi dan kebutuhan nutrisi Ibu ketika hamil. Diet hamil yang sesuai dan telah dianjurkan oleh dokter kandungan Ibu, akan dapat membantu mengatasi rasa nyeri ini.

Namun, harus diwaspadai jika nyeri perut di trisemester pertama ini berlanjut hingga lebih dari 12 minggu. Juga ada rasa nyeri di bagian bawah perut yang disertai pendarahan dan keluarnya flek coklat. Ibu harus secepatnya mengkonsultasikan hal ini kepada dokter.

Trisemester Kedua

Nyeri perut pada trisemester kedua biasanya terjadi pada perut bagian kanan atau kiri, bisa juga terjadi pada perut bagian bawah. Bisa juga terjadi nyeri yang berpindah-pindah dari perut bagian kanan ke bagian bawah atau sebaliknya.

Pada tahap kehamilan ini, nyeri perut juga terjadi akibat struktur seperti tali yang berusaha mempertahankan rahim agar tetap berada di dinding perut, sehingga terjadi terjadi tarik ulur yang menyebabkan nyeri. Biasa kejadian ini dinamakan Ligamentum. Jika terjadi hal yang demikian, Ibu bisa mengatasi nyeri pada trisemester ini dengan cara:

  • Beristirahat dengan posisi duduk
  • Berbaring dengan sandaran yang tinggi
  • Jangan mengubah posisi secara tiba-tiba
  • Carilah tumpuan ketika ingin berdiri atau duduk dan lakukan perlahan

Trisemester Ketiga

Memasuki minggu-minggu menjelang persalinan, rasa nyeri juga akan masih dirasakan Ibu. Bukan hanya karena sesuatu, tapi nyeri juga bisa disebabkan oleh janin Ibu yang pada waktu ini sudah bisa bergerak. Buah hati Ibu sudah bisa menendang kuat. Nyeri perut pada ibu hamil akibat pergerakan janin ini bisa saja menyebabkan kontraksi ringan pada Ibu.

Ketika rahim Ibu semakin membesar, akan terasa nyeri pada bagian bawah perut. Ini karena rahim yang berkembang menekan kantung kemih. Ini perlu diwaspadai, karena bakteri yang terdapat pada urine dan terlalu lama berada di kantung kemih bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.

Dalam tahap kehamilan trisemester ini perbanyaklah istirahat agar tidak kelelahan. Namun, jika saja nyeri perut di bagian bawah masih juga tak kunjung reda, segeralah periksakan kandungan Ibu. Karena hal ini bisa saja disebabkan oleh lepasnya plasenta dari dinding rahim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*