Jangan Sepelekan Kalender Kehamilan. Ibu Wajib Tahu

Kalendar kehamilan
Sumber: hidupsimpel.com

Buat apa tahu kalender kehamilan. Tanpa itu pun semua ibu hamil tahu berapa usia janin. Mungkin itu juga yang ada di pikiran ibu saat ini. Namun, tahukah ibu banyak janin yang tiba-tiba keguguran karena sang ibu tidak memahami apa yang harus dilakukan di setiap fase kehamilan?

Beruntung sekarang ini sudah ada bidan desa.  Jumlahnya semakin banyak. Ini dilakukan untuk memastikan angka keguguran dan juga angka kematian ibu dan bayi turun. Setiap bidan di daerah masing-masing bertanggungjawab atas hal tersebut.

Namun, tentu semua ibu hamil tidak bisa mengandalkan bidan saja. Ibu bisa berkonsultasi satu bulan sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin. Untuk setiap harinya, tugas ibu yang harus menjaga kesehatan janin. Dan ini hanya bisa dilakukan jika seorang ibu hamil tahu mengenai hal-hal yang terkait dengan usia kehamilan.

Mengetahui Usia Hamil Itu Penting

Tentu sangat mudah untuk mengetahui usia hamil. Ibu bisa datang ke dokter lalu dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui usia hamil. Bahkan, dengan pemeriksaan tersebut, informasi lainnya bisa ibu dapatkan, seperti kondisi janin, usia janin, berat janin, dan juga perkiraan kelahiran atau HPL (hari perkiraan lahir).

Tapi, apakah cukup sampai di situ saja? Ternyata tidak. Tugas dokter kandungan hanya memberitahukan kepada ibu mengenai usia kehamilan atau usia janin. Setelah itu, tugas ibu adalah mencari tahu apa yang harus dilakukan.

Dalam hal ini, harus dipahami bahwa kebutuhan janin itu beda-beda sesuai dengan usianya. Sama dengan anak. Anak usia 1 tahun tentu membutuhkan makanan yang porsinya beda dibandingkan dengan anak usia 2-5 tahun, kan? Dan bukan hanya porsinya saja yang beda, tapi juga kandungan nutrisi yang diperlukan pun beda.

Begitu juga janin. Mungkin ibu tidak perlu melakukan banyak hal ketika kehamilan baru berusia 1 atau 2 minggu. Lain hal jika usianya sudah mencapai 1-2 bulan. Kebutuhan gizi janin semain banyak. Dan jenis nutrisinya pun berbeda.

Inilah mengapa ibu  harus tahu mengenai kalender kehamilan karena bukan informasi usia janin saja yang harus ibu ketahui tapi nutrisi apa yang harus dicukupi sesuai dengan usia janin.

Nutrisi Untuk Setiap Trimester Kehamilan

Dalam dunia kesehatan ibu hamil, fase kehamilan itu dibagi menjadi tiga, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Dalam hal ini, hanya para ahli kesehatan kehamilan yang mengerti mengapa kehamilan dibagi menjadi tiga fase.

Namun, ada penjelasan singkat yang bisa menjelaskan mengapa ada tiga fase kehamilan. Ini berkaitan dengan perkembangan janin. Ternyata, tahap perkembangan janin itu terjadi sangat signifikan setiap 3 bulan. Maka dari itu, ada fase trimester yang artikel fase per tiga bulan kehamilan.

Ini berbeda dengan budaya Jawa. Orang Jawa mengenal istilah ngapati. Itu berasal dari kata papat yang dalam Bahasa Indonesia artinya empat. Jadi, di dalam budaya Jawa, ibu hamil yang sudah memasuki usia 4 bulan menyelenggarakan acara tasyakuran untuk keselamatan bayi di dalam kandungan. Tasyakuran yang artinya rasa syukur atau terima kasih kepada Tuhan dilakukan karena nyawa sudah dimasukkan ke dalam janin.

Terlepas dari perbedaan tersebut, ada satu kesamaan. Memang pada usia 3 bulan ke atas, janin sudah aktif. Ia sudah bisa bergerak. Ini yang membedakan ketika janin usianya di bawah 3 bulan, atau masih dalam tahap trimester pertama.

Hal inilah yang juga membuat ibu harus tahu apa jenis nutrisi yang harus diberikan di setiap trimester.

  • Nutrisi Untuk Kehamilan Trimester Pertama

Pada trimester pertama, kandungan asam folat yang harus banyak didapatkan oleh seorang ibu hamil. Asam folat ini memiliki peran yang sangat penting untuk mempercepat perkembangan janin, terutama perkembangan jaringan otak.

  • Nutrisi Untuk Kehamilan Trimester Kedua

Pada usia kehamilan trimester kedua, ada perubahan yang signifikan. Perut ibu semakin besar. Bayi mulai bisa bergerak.

Namun, yang mungkin tidak ibu ketahui adalah bahwasannya bayi membutuhkan asupan zat besi. Ada baiknya ibu hitung lagi apakah ibu sudah masuk ke usia kandungan trimester kedua atau belum. Jika ya, perbanyak mengkonsumsi zat besi. Pasalnya, janin membutuhkan asupan ini untuk perkembangan fisiknya. Dan jika ibu tidak mampu menyuplai zat besi dalam jumlah yang cukup, perkembangan janin bisa terganggu. Dan ini biasanya ditandai dengan ibu merasa pusing atau anemia. Jadi, bukan hanya bayi saja yang kekurangan zat besi tapi ibu juga

  • Nutrisi Untuk Kehamilan Trimester Ketiga

Apa yang dibutuhkan? Tentu saja hampir semua jenis nutrisi dibutuhkan dalam jumlah yang banyak ketika kehamilan memasuki usia trimester ketiga. Akan tetapi, yang perlu mendapatkan perhatian yang lebih adalah kalsium. Ini dibutuhkan oleh janin untuk pertumbuhan tulang. Jika kekurangan kalsium, janin akan mengambil kalsium dari gigi atau dari tulang ibu. Dan jika ini terjadi, ibu akan merasa cepat lelah, linu pada tulang, serta sakit gigi.

Terlepas dari hal tersebut, semua jenis nutrisi harus tercukupi. Hanya saja, Dengan mengetahui kalender kehamilan, ibu menjadi lebih tahu kandungan nutrisi apa yang harus diperbanyak sesuai dengan usia kehamilan. Dengan demikian, ibu bisa memastikan janin berkembang dengan baik. Risiko bayi lahir prematur atau lahir dalam keadaan cacat sangat bisa dihindari. Dan yang pasti, ibu bisa menjalani masa kehamilan dengan baik, sehat, dan lancar.

Kalendar kehamilan
Sumber: https://hidupsimpel.com/cara-menghitung-usia-kehamilan/

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*