Bahaya dan Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

Mengatasi kolik
Source: Mengatasi kolik

Ibu-Indonesia.com –  Kolik merupakan kondisi bayi yang terus menerus menangis selama lebih dari tiga jam dalam satu hari atau tiga kali dalam seminggu tanpa sebab. Kondisi yang terjadi pada sekitar 20% bayi ini jarang dimengerti sebagai sebuah gangguan kesehatan dan sering tidak terdiangnosis. Kolik umumnya dialami bayi usia kurang dari empat bulan. Namun tentu saja tidak semua tangisan terus menerus tersebut adalah kolik. Oleh karena itu, Ibu harus mengetahui perbedaan antara tangisan normal dan kolik sehingga Ibu tak perlun khawatir lagi untuk mengatasi kolik.  

Untuk membedakan antara tangisan normal dan kolik, Anda dapat memperhatikan suara dan gerak tubuhnya. Bayi kolik biasanya menangis dan rewel sering dimulai secara tiba-tiba dan paling sering setelah menyusui. Selain itu, tangisan juga diikuti dengan teriakan keras dan terus menerus berlangsung selama satu sampai empat jam. Hal ini juga membuat wajah bayi memerah. Dalam keadaan tertentu, bayi juga dapat mengalami perut buncit atau kembung. Gerakan kaki bergantian ditekuk dan diluruskan, kaki sering dingin, dan tangan mengepal juga termasuk tanda-tanda kolik.

Kolik dapat terjadi setiap saat, siang atau malam. Namun kolik biasanya dimulai pada sore hari atau malam hari. Orang tua yang memiliki riwayat kolik juga ternyata membuat bayi lebih rentan terhadap kolik infartil daripada bayi lainnya. Kolik infartil biasanya dimulai sekitar 2-3 minggu usia bayi dan mencapai puncaknya pada usia 2 bulan.

Sebenarnya penyebab kolik tidak diketahui secara pasti, namun beberapa teori mengatakan kolik disebabkan belum matangnya sistem pencernaan sehingga sebagian zat makanan tidak dapat diserap. Ada juga yang mengatakan bahwa belum matangnya sistem susunan syaraf pusat sehingga bayi merespons secara berlebihan terhadap rangsangan dari luar. Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa kolik disebabkan alergi terhadap susu sapi.

Oleh karena penyebab kolik yang belum diketahui pasti, maka cara efektif untuk mengatasinya pun belum diketahui. Hal yang terpenting adalah memastikan tidak ada masalah kesehatan yang serius seperti infeksi saluran pencernaan, konstipasi, hernia, intoleransi laktosa, alergi susu sapi, radang THT, dan sebagainya. Namun berikut terdapat beberapa cara yang membuat Ibu dan bayi lebih tenang.

  1. Peluklah si Kecil hingga ke dada Ibu, agar ia merasa hangat.
  2. Pakaikan juga sarung tangan, kaus kaki, dan selimut pada si Kecil.
  3. Buatlah buah hati Anda bersendawa dengan cara menggendongnya sembari mengelus-elus punggungnya.
  4. Gendong dan ayun perlahan.
  5. Cobalah untuk menghiburnya dan janagn terus menerus memberi makanan pada si Kecil.
  6. Pijat perut bayi dengan lembut.
  7. Mandikan bayi dengan air yang hangat.
  8. Bawa ke kamar yang tenag, sejuk, dan dengan pencahayaan redup.

Apabila bayi Anda selama tiga minggu terus menerus menangis, maka segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Anda juga harus segera memeriksakan bayi Anda ke dokter ketika saat bayi diangkat tubuhnya terkulai, suara tangisnya bernada tinggi, memuntahkan cairan hijau, mengeluarkan cairan urin dalam jumlah sedikit dari biasanya, kejang, sedikit mengonsumsi cairan, beberapa bagian kulitnya terlihat pucat tau membiru, demam hingga 39 derajat, terdapat darah pada urinnya, Ubun-ubun tampak menonjol, terdapat ruam berwarna ungu kemerahan, dan mengalami gangguan pernapasan. Walaupun terlihat sangat mengkhawatirkan dan cara mengatasi kolik belum diketahui secara pasti, kolik pada bayi tidaklah membahayakan dan umumnya akan hilang dengan sendirinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*