Ayo Kenali Tahapan-Tahapan Proses Induksi Persalinan

induksi persalinan

Ibu-Indonesia.com – Persalinan mungkin sesuatu yang sangat Anda nantikan. Apalagi persalinan ini merupakan persalinan pertama Anda. Bagi setiap wanita persalinan normal merupakan suatu yang diimpikan.  Namun ada kalanya persalinan normal yang harus Anda lakukan memerlukan bantuan medis, salah satunya dengan bantuan teknik induksi.

Induksi persalinan adalah proses persalinan melalui intervensi atau bantuan medis. Induksi merupakan salah satu upaya stimulasi mulainya proses kelahiran dengan mempermudah keluarnya bayi dari rahim secara normal (dari tidak ada tanda-tanda persalinan, kemudian distimulasi menjadi ada). Prosedur ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena prosedur ini adalah prosedur buatan bukan alami terjadi. Sehingga Anda yang ingin menjalaninya harus mengetahui secara detail tentang tahapan-tahapan proses induksi persalinan.

Tahap 1: Mempersiapkan Serviks Agar Melunak

Anda tidak mungkin mengalami kontraksi tanpa terjadinya pembukaan leher rahim atau serviks. Agar leher rahim merespon kontraksi perlu untuk membuat sejumlah perubahan fisiologis yang kompleks dengan bantuan; relaksin dan estrogen berperan dalam perubahan struktural, sedangkan prostaglandin, leukosit, makrofag, hyaluronic acid, serta glycoaminoglycans terlibat dalam pelunakan leher Rahim. Dengan adanya perubahan fisiologis ini maka serviks akan siap untuk membuka dan Anda bisa melahirkan dengan normal.

Keberhasilan induksi persalinan ini bergantung pada skor pada serviks. Jika skor lebih dari 6, biasanya induksi cukup dilakukan dengan oksitosin. Jika kurang dari 5 maka servis terlebih dahulu dimatangkan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley.

Ketika Anda sedang diinduksi, maka pembukaan leher rahim akan dipantau menggunakan pemeriksaan vagina (VT/Vaginal Thoucher). Jika leher rahim Anda telah berubah dan menjadi lembut serta terbuka setidaknya 1 atau 2 cm, Anda bisa langsung menuju ke tahap 2 dalam proses induksi. Jika serviks masih teraba tebal dan tertutup, maka beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengubahnya. Upaya untuk menuju perubahan ini bisa dilakukan dengan cara meletakkan prostaglandin sintetis pada leher rahim. Prostaglandin sintetis ini membantu hiperstimulasi rahim. Pada saat proses ini mungkin Anda akan mengalami rasa sakit yang kuat dengan disertai kontraksi. Terkadang dokter kandungan mungkin menyarankan cara lain untuk merangsang leher rahim untuk melepaskan prostaglandin secara alami.

Cara yang alami dan biasa digunakan memasukkan kateter ke dalam serviks dengan balon kateter foley yang dipasang di dalam segmen bawah uterus melalui kanalis servikalis, balon kateter foley ini diisi cairan (bisa sampai 100 cc pada foley no.24). Cara ini diharapkan dapat mendorong selaput ketuban, di daerah segmen bawah uterus, sampai terlepas.

Selanjutnya amniotomi atau selaput ketuban dilukai dengan menggunakan separuh klem kocher (ujung yang bergigi tajam) steril, dimasukkan ke kanalis servikalis.

Tahap 2: Memecahkan Ketuban

Setelah serviks melunak dan terbuka setidaknya dua jari bisa masuk, sehingga amniohook bisa masuk dan memecahkan ketuban. Tindakan ini efektif untuk menyebabkan kontraksi. Karena kepala bayi dapat menekan lebih keras pada leher rahim dan dapat memicu kontraksi. Selanjutnya, Anda bisa bersabar dan menunggu beberapa jam untuk melihat apakah persalinan sudah dapat terjadi, atau Anda bisa menuju ke tahap 3.

Tahap 3: Membuat Kontraksi

Leher rahim Anda sekarang sudah siap untuk merespon kontraksi. Oksitosin akan dilepaskan dari otak dan memasuki aliran darah menjelang proses persalinan. Oksitosin itu memiliki dua fungsi utama: 1) bekerja pada rahim untuk mengatur kontraksi, 2) bekerja di otak untuk berkontribusi pada kondisi kesadaran yang berubah terkait dengan persalinan.

Dalam induksi, oksitosin buatan (pitocin atau syntocinon) diberikan melalui kanula langsung ke dalam aliran darah. Karenanya oksitosin sintetis hanya bekerja pada otot rahim untuk mengatur kontraksi. Hal inilah yang menyebabkan kontraksi pada induksi lebih menyakitkan dibandingkan dengan kontraksi pada saat persalinan normal secara alami. Oksitosin sintetik tidak dapat dicerna oleh otak sehingga yang terjadi justru menurunkan produksi oksitosin alami berikut juga produksi endorfin dalam tubuh. Sehingga hal ini membuat Anda merasakan sakit yang teramat dan pola kontraksi pun lebih intens serta cepat hal ini sering sekali memicu kejadian distress pada janin sehingga meningkatkan resiko untuk SC.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*