Apakah Melahirkan Melalui Bedah Caesar Memiliki Banyak Resiko?

bedah caesar
Sumber: cdn.newsapi

Kini, operasi bedah caesar lebih banyak diminati oleh sebagian ibu hamil. Mungkin karena prosesnya yang cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit saat persalinan, yang menjadikan melahirkan caesar ini lebih diminati dibandingkan dengan melahirkan secara normal. Beberapa ibu hamil memilih melahirkan caesar karena takut merasakan sakit atau memiliki trauma pada saat melahirkan normal. Ada pula yang memilih melahirkan caesar, karena ingin sang bayi lahir pada tanggal-tanggal tertentu atau biasa yang disebut dengan tanggal cantik.

Jika melahirkan secara normal memiliki resiko yang cukup besar, maka operasi melalui bedah caesar tentunya sangat direkomendasikan sebagai prosedur yang direncanakan atau dilakukan dalam keadaan darurat. Dan biasanya, operasi ini dilakukan setelah minggu ke-38 pada masa kehamilan. Melahirkan melalui bedah caesar merupakan cara mengeluarkan bayi melalui sayatan dari perut sang Ibu, bukan melalui vagina.

Meskipun melahirkan bedah caesar merupakan prosedur yang umum, namun operasi ini adalah operasi besar, sehingga ada resiko tersendiri. Hal inilah yang membuat para dokter di luar negeri kurang merekomendasikannya, kecuali kalau memang ada indikasi medis yang membahayakan ibu dan bayi jika melahirkan secara normal.

Jika tidak ada alasan medis, sebaiknya ibu tetap mencoba melahirkan secara normal. Namun, jika harus melahirkan caesar, hal ini tidak menjadi masalah karena semua pilihan tetap ada di tangan Ibu yang akan menjalani persalinan tersebut, meskipun bukan karena alasan medis. Sebenarnya ada beberapa kondisi yang membuat seorang Ibu disarankan untuk melahirkan melalui bedah caesar, kondisi tersebut antara lain :

  1. Ukuran bayi yang terlalu besar, sementara panggul ibu kecil.
  2. Bayi menderita kelainan, seperti spina bifida.
  3. Sungsang atau kepala bayi tidak berada tepat di bawah.
  4. Ibu memiliki penyakit jantung, darah tinggi, atau pun kondisi medis lain seperti preeklampsia berat, yang beresiko memburuk akibat tekanan pada saat melahirkan.
  5. Plasenta previa.
  6. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum melahirkan, hal ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil.
  7. Luka terbuka yang disebabkan karena infeksi herpes genital yang aktif.
  8. Terdapat lebih dari satu janin atau kondisi kehamilan yang kompleks, seperti posisi janin yang kurang tepat atau bayi kembar siam.

Sebagai seorang Ibu, tentu tidak menginginkan kondisi-kondisi tersebut terjadi kepada dirinya dan juga bayinya. Hal yang penting dilakukan adalah kita menjaga kehamilan sehat yang mudah diterapkan dengan tetap rutin berolahraga ringan, menjaga pola makan dengan gizi seimbang, serta konsumsi air mineral yang cukup karena ibu hamil biasanya lebih banyak mengeluarkan keringat, dan periksa kandungan sedini mungkin untuk menghindari kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada kehamilan seorang ibu.

Sebenarnya, ibu yang melahirkan melalui bedah caesar lebih banyak resiko dan efek samping yang terjadi, karena bedah caesar meningkatkan resiko kehilangan banyak darah dan infeksi yang lebih besar. Dan biasanya, seorang ibu juga akan merasakan keluhan fisik setelah melahirkan seperti rasa sakit bekas luka sayatan, serta rasa sakit yang berlangsung lama setelah melahirkan. Namun dari banyaknya resiko yang terjadi, tentu juga ada manfaat dari melahirkan secara caesar, seperti ibu tidak merasakan sakit saat melahirkan, melahirkan lebih cepat dan tepat waktu, serta dapat mencegah penularan infeksi pada bayi.

Ketika seorang ibu sudah mengetahui efek samping dan manfaat caesar, tentunya ibu sudah mempertimbangkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih  melahirkan melalui bedah caesar, kecuali memang hal tersebut dikarenakan alasan medis.

Jadi, jika seorang ibu lebih memilih melahirkan melalui bedah caesar, harus dipastikan kalau ibu sudah menyiapkan diri serta mental terlebih dahulu. Karena meskipun bedah caesar bisa dikatakan aman dan memiliki beberapa manfaat, tidak bisa dipungkiri kalau operasi caesar tetap memiliki resiko dan efek samping yang kemungkinan akan terjadi.

Pada dasarnya, baik melahirkan melalui bedah caesar maupun secara normal tetap sama-sama memiliki resiko. Namun bagi seorang ibu yang terpenting adalah, berjuang menghadapi segala resiko demi sang buah hati dapat lahir dengan sehat dan selamat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*