7 Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat Selama Kelahiran

makanan sehat ibu hamil
Source: Dedaunan

Kehamilan merupakan sesuatu yang sangat dinanti dan diharapkan oleh setiap pasangan. Hingga saat bunda dinyatakan positif hamil, tugas bunda dalam merawat kesehatan diri dan sang jabang bayi menjadi hal yang penting. Tentu saja, bunda mungkin akan mendapatkan saran dari dokter, keluarga, teman, rekan kerja tentang apa yang seharusnya dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan untuk menjaga kesehatan. Tapi tetap saja kesehatan selama kehamilan tergantung pada bunda, jadi sangat penting untuk membekali diri dengan informasi tentang cara untuk membuat bunda dan janin tetap sehat.

Berikut kami akan bagikan tips untuk bunda agar dapat menjaga tubuh tetap sehat selama kelahiran.

  1. Perawatan Kesehatan Prenatal

Kunci pertama untuk melindungi kesehatan janin bunda adalah secara rutin mendapatkan perawatan kesehatan prenatal. Segera setelah bunda mengetahui bahwa sedang mengandung, daftarkanlah diri bunda untuk perawatan prenatal. Buatlah janji temu dengan dokter kandungan atau bidan di dekat tempat tinggal bunda.

Pada kunjungan pertama, dokter kandungan atau bidan mungkin akan melakukan tes kehamilan yang lebih akurat untuk mengetahui berapa minggu usia kehamilan bunda berdasarkan pemeriksaan fisik dan tanggal menstruasi terakhir. Dokter atau bidan mungkin juga akan menggunakan USG untuk memverifikasi tanggal dan mengetahui kesehatan janin bunda.

Jika bunda sehat dan tidak ada faktor risiko yang membahayakan, kebanyakan dokter atau bidan ingin bertemu dengan Anda setiap 4 minggu sampai minggu ke 28 kehamilan, atau setiap 2 minggu sampai 36 minggu, atau seminggu sekali sampai dengan melahirkan. Selama kehamilan, dokter atau bidan akan memeriksa berat badan dan tekanan darah sambil memeriksa pertumbuhan dan perkembangan bayi bunda.

  1. Makanan Sehat Ibu Hamil

Jika bunda menginginkan tubuh untuk tetap selama kehamilan salah satu hal yang dapat dilakukan adalah makan makanan sehat ibu hamil. Ini adalah salah satu faktor terpenting dalam memiliki janin yang sehat dan bunda yang sehat pula. Makan makanan sehat ibu hamil yang baik berarti mendapatkan protein berkualitas baik per hari dari beragam sumber. Sumber makanan tinggi protein meliputi daging tanpa lemak, kedelai, telur, susu, kacang-kacangan, tempe, tahu. Bunda juga harus mengonsumsi 5 porsi karbohidrat kompleks untuk memastikan kalori energi yang memadai dan juga sebagai sumber protein tambahan.

Mengkonsumsi susu, kedelai, kacang-kacangan, dan brokoli juga akan membantu bunda untuk mendapatkan cukup kalsium. Makanan sehat ibu hamil tambahan dapat dimasukkan seperti buah dan sayuran segar. Jangan lupa minum dan garam secukupnya! Tapi usahakan hindari makanan penutup dan junk food. Sumber makanan organik sangat dianjurkan bila tersedia. Makan sehat ibu hamil dengan benar selama kehamilan dapat membantu mencegah kelahiran prematur, toksemia, abrupsio plasenta, diabetes gestasional, dan masalah pada saat menyusui, dan masih banyak lagi masalah kesehatan serius yang dapat berisiko tinggi.

Jika bunda ingin membuat makanan sehat ibu hamil, bunda dapat mendapatkan salah satu resep nasi ayam jamur.

Selain makanan sehat ibu hamil bunda juga harus memperhatikan kebersihan bahan makanan yang akan bunda konsumsi, baik bersih dari kotoran maupun bibit penyakit. Memasak daging dan makanan siap saji secara menyeluruh, mencuci buah dan sayuran dengan baik untuk menghilangkan tanah atau kotoran. Hindari makanan yang menimbulkan bibit penyakit!

  1. Mengkonsumsi Suplemen

Bunda perlu mengkonsumsi asam folat setidaknya untuk tiga bulan pertama kehamilan dan vitamin D selama masa kehamilan. Asam folat mengurangi risiko bayi bunda mengalami kecacatan tabung saraf seperti spina bifida. Beberapa wanita perlu minum dengan dosis tinggi yaitu 5mg per hari, jadi periksalah dengan dokter kandungan atau bidan dosis seperti apa yang terbaik untuk bunda. Bunda juga memerlukan suplemen vitamin D sebanyak 10mcg setiap hari. Vitamin D penting untuk perkembangan bayi dan kesehatan tulang di masa depan.

  1. Berolahraga Secara Teratur

Departemen Kesehatan di Amerika Serikat merekomendasikan setidaknya 150 menit (2 jam 30 menit) aktivitas aerobik dengan intensitas sedang setiap minggunya atau sesuai dengan anjuran keamanan dari dokter. Sebelum memulai olahraga sebaiknya bunda membicarakan  dengan dokter terlebih dahulu. Berolahraga selama kehamilan terbukti sangat bermanfaat. Olahraga teratur dapat membantu untuk mencegah kelebihan berat badan, mengurangi masalah terkait kehamilan, seperti sakit punggung, bengkak, dan sembelit, membuat nyaman saat tidur, meningkatkan energi. Bunda bisa mencoba kelas yoga, pilates, renang, atau latihan yang disesuaikan untuk kehamilan.

  1. Istirahat atau Tidur Cukup

Keletihan yang bunda rasakan dalam beberapa bulan pertama kehamilan dikarenakan tingginya kadar hormon kehamilan. Keletihan ini juga dapat menyebabkan kesulitan untuk tidur. Jika tidur bunda terganggu di malam hari, cobalah tidur sebentar di tengah hari atau tidur lebih awal. Jika itu tidak mungkin, setidaknya letakkan kaki bunda lebih tinggi dan cobalah untuk rileks selama 30 menit. Jika sakit punggung mengganggu tidur bunda, cobalah berbaring miring ke kiri dengan lutut ditekuk. Menempatkan bantal berbentuk baji di bawah punggung juga bisa membantu meredakan ketegangan di punggung Anda.

  1. Menghindari Obat Berbahaya untuk Ibu Hamil

Bunda harus menghindari semua obat yang dijual bebas selama kehamilan sehingga bayi tidak dalam bahaya. Menurut Physicians Desk Reference, American Academy of Pediatrics and Food and Drug Administration, tidak ada obat yang dianggap aman selama kehamilan. Setiap obat yang diberikan kepada wanita hamil harus dengan resep dari dokter kandungan atau bidan. Semua obat yang sudah diresepkan pun harus diperiksa untuk mengetahui apakah benar-benar diperlukan selama kehamilan, jika mungkin juga harus dicari  obat yang lebih aman atau dosis yang lebih kecil.

  1. Beberapa Hal yang Harus Dihindari

Saat bunda hamil, ada hal-hal yang perlu untuk dihindari. Berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari: 1) alkohol, karena dapat menyebabkan kelainan pada janin yang sedang berkembang, seperti kerusakan sistem saraf, 2) nikotin, karena dapat menyebabkan keguguran, asma dan masalah pernafasan lainnya, 3) kafein, kerena dapat meningkatkan risiko keguguran.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*